Herman Suryatman: Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pemerataan akses pendidikan dengan menargetkan tidak ada lagi anak yang berada di luar sistem pendidikan pada 2029. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa persoalan anak tidak sekolah perlu ditangani secara bersama melalui pendataan, intervensi, dan dukungan yang tepat bagi keluarga.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat. Pemerintah tidak hanya dituntut memastikan anak masuk sekolah, tetapi juga menjaga agar mereka dapat bertahan dan menyelesaikan pendidikan sesuai jenjangnya.
Anak Tidak Sekolah Menjadi Perhatian
Persoalan anak tidak sekolah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, akses pendidikan, lingkungan sosial, hingga persoalan lain yang membuat anak tidak melanjutkan sekolah. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan.
Herman Suryatman mendorong pemerintah daerah agar memiliki data yang jelas mengenai anak-anak yang belum bersekolah maupun yang berhenti sekolah. Data tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk intervensi sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Pemerintah Perkuat Pendataan
Pendataan menjadi salah satu fondasi penting dalam mengejar target nol anak tidak sekolah. Pemerintah perlu mengetahui identitas, lokasi, usia, serta kondisi masing-masing anak agar program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten maupun kota juga menjadi bagian penting. Dengan kerja sama tersebut, anak yang teridentifikasi tidak sekolah dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai program pendidikan maupun dukungan sosial yang tersedia.
Faktor Ekonomi Perlu Mendapat Perhatian
Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan. Kebutuhan biaya sekolah, transportasi, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan keluarga lainnya terkadang membuat anak terpaksa tidak melanjutkan pendidikan.
Karena itu, upaya mencapai target nol anak tidak sekolah perlu berjalan bersama dengan program perlindungan sosial. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu mengurangi beban keluarga sehingga anak tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah.
Kolaborasi Jadi Kunci
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan anak tidak sekolah. Sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai organisasi sosial memiliki peran untuk memastikan anak mendapatkan kesempatan pendidikan.
Kolaborasi juga diperlukan ketika seorang anak sudah terlanjur keluar dari sekolah. Pemerintah perlu menyediakan jalur agar mereka dapat kembali memperoleh pendidikan melalui pilihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Target Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029
Target Jawa Barat untuk mencapai nol anak tidak sekolah pada 2029 menjadi tantangan sekaligus komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Keberhasilan target tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dalam melakukan pendataan, pendampingan, dan evaluasi program.
Jika berbagai upaya dilakukan secara berkelanjutan, semakin banyak anak di Jawa Barat diharapkan dapat memperoleh hak pendidikannya. Target tersebut bukan hanya soal angka, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia Jawa Barat yang lebih berkualitas dan memiliki kesempatan masa depan yang lebih baik.

