Bima Arya Sebut Bakal Jadikan Plaza Bogor Sebagai Sentra Ekonomi Baru

Wali Kota Bogor saat itu, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan rencana menjadikan Plaza Bogor sebagai sentra ekonomi baru yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Rencana tersebut menjadi bagian dari konsep revitalisasi kawasan Plaza Bogor yang dinilai sudah membutuhkan penataan ulang. Pemerintah Kota Bogor ketika itu telah menyiapkan rancangan awal dan meminta agar konsep tersebut terus dimatangkan sebelum masuk ke tahap pembangunan.

Bima Arya menyampaikan rencana tersebut pada 21 Februari 2024. Menurutnya, wajah baru Plaza Bogor nantinya harus menyesuaikan dengan karakter Kota Bogor yang mengedepankan lingkungan dan keberlanjutan.

Plaza Bogor Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru

Pemkot Bogor telah memiliki gambaran mengenai arah pengembangan Plaza Bogor. Kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga diharapkan menjadi ruang ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Bima Arya mengatakan konsep yang telah disusun masih perlu dimatangkan agar pembangunan nantinya benar-benar sesuai dengan karakter Kota Bogor.

Konsep tersebut mengarah pada kawasan yang lebih tertata, bersih, dan mampu menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di tengah kota.

Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

Salah satu perhatian utama dalam rencana revitalisasi Plaza Bogor adalah aspek lingkungan.

Bima Arya menargetkan kawasan tersebut tidak lagi identik dengan persoalan sampah. Plaza Bogor diharapkan dapat berubah menjadi kawasan yang lebih bersih dan memiliki tata kelola lingkungan yang lebih baik.

Konsep ramah lingkungan tersebut juga disesuaikan dengan karakter Kota Bogor yang dikenal sebagai kota dengan banyak ruang hijau. Karena itu, pengembangan kawasan tidak hanya mempertimbangkan sisi ekonomi, tetapi juga aspek keberlanjutan.

Revitalisasi Dinilai Sudah Diperlukan

Plaza Bogor merupakan kawasan yang telah berdiri cukup lama. Bangunan tersebut dibangun pada 1990 dan kemudian mengalami renovasi pada 1994.

Setelah melalui sejumlah kajian, Pemkot Bogor menilai revitalisasi menjadi langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan kawasan dengan kebutuhan kota dan perkembangan aktivitas masyarakat.

Penataan kembali diharapkan dapat menghasilkan kawasan yang lebih modern sekaligus memiliki fungsi ekonomi yang lebih besar dibandingkan kondisi sebelumnya.

Ada Rencana Beauty Contest

Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, Pemkot Bogor menyiapkan proses beauty contest atau pemilihan konsep dan pihak yang akan terlibat dalam pembangunan.

Bima Arya meminta jajarannya menyiapkan Term of Reference atau TOR sejak awal agar proses tersebut dapat berjalan sesuai target.

Tahapan tersebut direncanakan setelah adanya direksi definitif Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) yang baru. Setelah itu, proses pembongkaran dan revitalisasi dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang telah disiapkan.

Target Pembangunan Mulai Berproses

Pada saat rencana tersebut disampaikan, Bima Arya menargetkan pembangunan Plaza Bogor sudah mulai berproses sebelum masa jabatannya berakhir pada April 2024.

Ia berharap proses pemilihan pihak yang akan mengerjakan proyek dapat segera berjalan sehingga pembangunan tidak berhenti sebatas konsep.

Dengan demikian, Pemkot Bogor ketika itu berupaya mempercepat berbagai tahapan administrasi dan persiapan teknis agar proyek revitalisasi dapat segera memasuki tahap pembangunan.

Plaza Bogor Dirancang Lebih Modern

Konsep pengembangan Plaza Bogor juga telah dibahas dalam beberapa pemberitaan sebelumnya. Salah satu rancangan yang muncul mencakup fasilitas parkir, pusat kuliner, pusat UMKM, hingga kawasan yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar.

Dalam konsep yang pernah disampaikan Bima Arya pada 2023, Plaza Bogor diarahkan menggunakan pendekatan green building serta memiliki pusat kuliner dan UMKM. Kawasan tersebut juga diharapkan dapat diselaraskan dengan keberadaan Kebun Raya Bogor yang berada di dekatnya.

Artinya, revitalisasi Plaza Bogor tidak semata-mata diarahkan untuk membangun gedung baru, tetapi juga mengubah fungsi kawasan menjadi ruang ekonomi yang lebih terintegrasi.

Dorong Aktivitas UMKM dan Kuliner

Keberadaan pusat kuliner dan UMKM menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dari kawasan Plaza Bogor.

Jika konsep tersebut terealisasi, kawasan ini berpotensi menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pusat ekonomi baru juga dapat memberikan efek lanjutan terhadap aktivitas perdagangan di kawasan sekitarnya, terutama apabila didukung akses transportasi, parkir, serta fasilitas publik yang memadai.

Terhubung dengan Kawasan Strategis Kota Bogor

Lokasi Plaza Bogor memiliki nilai strategis karena berada di kawasan pusat Kota Bogor dan berdekatan dengan Kebun Raya Bogor.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penataan Plaza Bogor dipandang perlu memperhatikan aspek lingkungan sekaligus potensi ekonomi dan pariwisata.

Dengan desain yang tepat, kawasan tersebut dapat menjadi penghubung antara aktivitas perdagangan, kuliner, UMKM, serta kunjungan wisata di pusat Kota Bogor.

Bukan Sekadar Membongkar Bangunan Lama

Revitalisasi Plaza Bogor pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai pembongkaran bangunan lama.

Pemerintah daerah ketika itu ingin menghadirkan fungsi baru yang lebih sesuai dengan perkembangan Kota Bogor. Karena itu, aspek desain, lingkungan, ekonomi, pengelolaan kawasan, hingga keterhubungan dengan fasilitas di sekitarnya menjadi bagian penting dari perencanaan.

Bima Arya juga meminta agar rancangan yang telah dibuat terus dimatangkan sehingga hasil akhirnya tidak sekadar mengganti bangunan lama dengan bangunan baru, tetapi menghasilkan kawasan yang memiliki manfaat jangka panjang.

Harapan Jadi Penggerak Ekonomi

Transformasi Plaza Bogor diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kawasan yang lebih tertata berpotensi meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Di sisi lain, konsep berkelanjutan diharapkan dapat membuat pembangunan tidak mengorbankan kualitas lingkungan. Perpaduan antara aktivitas ekonomi dan ruang yang lebih hijau menjadi salah satu karakter yang ingin dibangun dalam konsep tersebut.

Catatan tentang Rencana Plaza Bogor

Rencana menjadikan Plaza Bogor sebagai sentra ekonomi baru merupakan bagian dari kebijakan Pemkot Bogor pada 2024 ketika Bima Arya masih menjabat sebagai wali kota.

Pada saat itu, pemerintah telah memiliki konsep awal, menyiapkan TOR, serta merencanakan proses beauty contest untuk pembongkaran dan revitalisasi. Plaza Bogor juga diarahkan menjadi kawasan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Karena pernyataan tersebut berasal dari Februari 2024, informasi mengenai target dan tahapan pembangunan perlu dibaca sesuai konteks waktu tersebut, bukan sebagai pengumuman baru pada 2026.