KKN di Desa Cirangkong Purwakarta, Mahasiswa STIES IP Ikut Andil Bangun Ekonomi Pedesaan
Mahasiswa STIES IP Turun Langsung ke Masyarakat
Kehadiran mahasiswa di Desa Cirangkong menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Ketua Kelompok 2 KKN Desa Cirangkong, Herni Sri Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penerapan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Bagi mahasiswa, kegiatan KKN juga menjadi ruang untuk memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kondisi tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di lingkungan kampus.
Interaksi dengan warga membuat mahasiswa dapat melihat bagaimana aktivitas ekonomi berjalan dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana pengetahuan mengenai pengelolaan ekonomi dapat diterapkan secara sederhana.
Fokus pada Pemahaman Ekonomi Pedesaan
Tema yang diusung Kelompok 2 KKN STIES IP menunjukkan perhatian terhadap pentingnya pemahaman ekonomi bagi masyarakat Desa Cirangkong.
Literasi ekonomi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena berkaitan dengan cara mengatur pendapatan, mengelola pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan hingga melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan ekonomi secara lebih terencana. Pengetahuan tersebut juga dapat menjadi modal dalam menghadapi berbagai perubahan kondisi ekonomi.
Edukasi Keuangan Menjadi Salah Satu Program
Salah satu kegiatan yang kemudian dilakukan kelompok KKN STIES IP adalah edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Desa Cirangkong. Edukasi ini mendapat perhatian karena pengelolaan keuangan rumah tangga berkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi keluarga dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Ketua Kelompok 2 KKN Desa Cirangkong, Wahyu Ramdhana, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga agar dapat merencanakan kondisi ekonomi dengan lebih baik.
Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan praktisi keuangan keluarga Ayi Nurbaeti, M.E. sebagai pemateri. Sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan RT/RW dan masyarakat sekitar mengikuti kegiatan tersebut.
Antusiasme Warga Menjadi Modal Positif
Program edukasi ekonomi tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, antusiasme warga menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan KKN tersebut.
Dalam kegiatan edukasi keuangan keluarga, masyarakat terlihat aktif menyampaikan berbagai pertanyaan kepada pemateri. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan warga terhadap informasi mengenai pengelolaan keuangan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan masyarakat juga membuat kegiatan KKN tidak berjalan satu arah. Mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
KKN Menjadi Sarana Menerapkan Ilmu Kampus
Sebagai mahasiswa yang mempelajari bidang ekonomi syariah, kegiatan di Desa Cirangkong memberikan kesempatan untuk menguji penerapan pengetahuan akademik dalam kondisi nyata.
Konsep ekonomi yang dipelajari di kampus dapat diterjemahkan menjadi edukasi yang lebih sederhana sehingga dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Pendekatan tersebut penting karena keberhasilan program pengabdian masyarakat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga sejauh mana materi dan program tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga.
Mendorong Kesadaran Mengelola Ekonomi Keluarga
Pengelolaan ekonomi keluarga menjadi salah satu aspek yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Ketika pendapatan dan pengeluaran tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mempersiapkan kebutuhan masa depan.
Karena itu, edukasi mengenai perencanaan keuangan dapat membantu masyarakat mengenali pentingnya menentukan prioritas pengeluaran, menyiapkan kebutuhan jangka panjang dan mengelola sumber pendapatan secara lebih bijak.
Program KKN STIES IP di Desa Cirangkong berusaha mengambil peran tersebut melalui pendekatan edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Potensi Ekonomi Desa Perlu Terus Dikembangkan
Pembangunan ekonomi pedesaan tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Masyarakat sebagai pelaku utama juga membutuhkan pengetahuan, pendampingan dan akses terhadap informasi yang dapat membantu mengembangkan potensi ekonomi di lingkungannya.
Kegiatan mahasiswa dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk memperkenalkan cara berpikir ekonomi yang lebih terencana. Dalam jangka panjang, pemahaman tersebut dapat mendukung masyarakat ketika mengembangkan usaha maupun mengelola sumber daya yang dimiliki.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga dapat membuka ruang bagi munculnya gagasan baru yang sesuai dengan karakteristik desa.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Jadi Kunci
Kegiatan KKN pada dasarnya bukan sekadar mahasiswa datang ke desa dan menjalankan program. Hubungan dengan masyarakat menjadi bagian penting agar program yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan.
Mahasiswa perlu memahami kondisi lokal, sementara masyarakat dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka. Dari proses tersebut, kegiatan pengabdian dapat menjadi lebih relevan dan memiliki peluang memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.
Desa Cirangkong menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan pedesaan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian bagi mahasiswa.
Membangun Ekonomi dari Lingkungan Terdekat
Peningkatan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Edukasi mengenai cara mengelola keuangan, memahami peluang usaha dan menyusun perencanaan ekonomi juga dapat menjadi langkah awal.
Melalui KKN, mahasiswa STIES IP berupaya memberikan kontribusi dengan membawa pengetahuan ekonomi ke lingkungan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu warga melihat bahwa pengelolaan ekonomi merupakan bagian penting dari kehidupan keluarga dan pembangunan desa.
Jika dilakukan secara konsisten dan dilanjutkan oleh masyarakat, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan KKN dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Harapan Program KKN Memberikan Dampak Berkelanjutan
Kegiatan KKN Kelompok 2 STIES IP di Desa Cirangkong pada 2024 diharapkan tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa selesai.
Pengetahuan mengenai ekonomi dan pengelolaan keuangan keluarga dapat terus diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa selama masa KKN tidak hanya meninggalkan kegiatan sementara, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong masyarakat desa semakin mandiri dalam mengelola potensi ekonominya.

