Farhan Pastikan Pembangunan Bandung Tak Lagi ‘Pukul Rata’, Andalkan Data Laci RW
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak lagi dilakukan secara “pukul rata”. Pemerintah kini mengandalkan data berbasis kewilayahan melalui program “data laci RW” untuk memastikan kebijakan lebih tepat sasaran.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih spesifik.
Tinggalkan Pola Pembangunan Pukul Rata
Menurut Muhammad Farhan, pendekatan pembangunan lama yang seragam tidak lagi relevan dengan kondisi masyarakat yang beragam.
Dalam konteks pembangunan Bandung data laci RW Farhan tidak pukul rata, kebijakan berbasis data menjadi solusi.
Data Laci RW Jadi Andalan
Program “data laci RW” mengumpulkan informasi detail dari tingkat Rukun Warga (RW), mulai dari kondisi sosial, ekonomi, hingga kebutuhan infrastruktur.
Melalui pembangunan Bandung data laci RW Farhan tidak pukul rata, data mikro menjadi dasar pengambilan keputusan.
Kebijakan Lebih Tepat Sasaran
Dengan data yang lebih akurat, program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Hal ini diharapkan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Dalam pembangunan Bandung data laci RW Farhan tidak pukul rata, efisiensi kebijakan menjadi fokus.
Dorong Partisipasi Warga
Pendekatan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengumpulan data. Warga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.
Melalui pembangunan Bandung data laci RW Farhan tidak pukul rata, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperkuat.
Harapan ke Depan
Pemerintah Kota Bandung berharap pendekatan berbasis data ini dapat meningkatkan kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif.

