Sebut Eks PSG Layvin Kurzawa Bisa Bawa Keuntungan Kode Dari Bos Persib

Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara terkait rumor kedatangan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa. Isu tersebut belakangan ramai diperbincangkan publik sepak bola nasional setelah nama bek kiri asal Prancis itu dikaitkan dengan klub berjuluk Maung Bandung. Bos Persib pun memberikan sinyal atau “kode” yang semakin menguatkan spekulasi bahwa Kurzawa berpotensi merapat ke Bandung.

Dalam pernyataannya, petinggi Persib tidak secara gamblang mengonfirmasi transfer tersebut, namun menyebut bahwa pemain dengan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa tentu memiliki nilai plus bagi tim. Ia menegaskan, Persib selalu terbuka terhadap pemain berkualitas yang bisa memberikan keuntungan, baik dari sisi teknis permainan maupun dampak non-teknis seperti branding klub dan daya tarik kompetisi.

Layvin Kurzawa dikenal sebagai bek kiri dengan pengalaman panjang di kompetisi elite Eropa. Bersama PSG, ia pernah merasakan atmosfer Liga Champions dan bersaing dengan pemain-pemain kelas dunia. Pengalaman tersebut dinilai sangat berharga jika dibawa ke Liga 1 Indonesia, terutama untuk membantu Persib bersaing di level domestik maupun regional.

Bos Persib menilai bahwa pemain dengan jam terbang tinggi seperti Kurzawa tidak hanya berkontribusi di lapangan, tetapi juga bisa menjadi panutan bagi pemain muda. Kehadirannya diyakini dapat meningkatkan standar profesionalisme, disiplin, dan mental bertanding skuad Persib secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan visi klub yang ingin terus berkembang dan tampil konsisten di papan atas.

Meski demikian, manajemen Persib juga menegaskan bahwa proses perekrutan pemain asing tidak dilakukan secara sembarangan. Banyak aspek yang menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi fisik, motivasi bermain, hingga kecocokan dengan filosofi tim dan atmosfer sepak bola Indonesia. Klub tidak ingin sekadar mendatangkan nama besar tanpa kontribusi nyata di lapangan.

Rumor kedatangan Kurzawa sendiri mendapat respons beragam dari Bobotoh. Sebagian besar menyambut antusias karena melihat peluang Persib memiliki pemain dengan reputasi internasional. Mereka berharap kehadiran eks PSG itu bisa memperkuat lini pertahanan sekaligus memberikan dimensi baru dalam permainan Persib, khususnya dari sisi kiri.

Namun, ada pula yang mengingatkan untuk tetap realistis. Adaptasi pemain Eropa ke sepak bola Asia, termasuk Indonesia, tidak selalu berjalan mulus. Faktor cuaca, gaya bermain, dan intensitas kompetisi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, manajemen diharapkan benar-benar melakukan kajian matang sebelum mengambil keputusan final.

Bos Persib menegaskan bahwa target utama klub adalah membangun tim yang kompetitif dan berkelanjutan. Jika seorang pemain, termasuk Kurzawa, dinilai mampu membawa keuntungan bagi klub secara menyeluruh, maka peluang kerja sama tentu terbuka. Namun, jika tidak sesuai dengan kebutuhan tim, Persib tidak akan memaksakan diri.

Pernyataan ini semakin mempertegas bahwa Persib sedang serius membangun kekuatan untuk menghadapi kompetisi mendatang. Isyarat soal Layvin Kurzawa pun dianggap sebagai sinyal bahwa Maung Bandung siap membuat kejutan di bursa transfer. Kini, publik tinggal menunggu apakah “kode” dari bos Persib tersebut akan benar-benar terwujud dalam bentuk transfer resmi atau hanya sebatas wacana belaka.

Bojan Dukung Thom Haye yang Mendapat Banyak Kritikan Bobotoh

“`html

Kedatangan pemain tim nasional, Thom Haye, di Persib Bandung sempat memberikan gairah bagi para Bobotoh. Haye dianggap dapat memberikan pengaruh besar untuk Pangeran Biru dalam menjalani pertandingan, termasuk di level Asia.

Namun, dalam dua laga yang dijalani, dia terlihat kurang bagus dalam hal stamina. Haye kemudian dimainkan penuh ketika Persib melawan Arema karena gelandang lain, yaitu Klok serta Luciano, tidak bisa berlaga.

Meski mendapat cibiran, pelatih Bojan Hodak menilai bahwa Haye sebenarnya adalah pemain yang bagus. Dia hanya perlu memulihkan kebugarannya untuk bisa kembali ke level terbaiknya.

“Kami akan fokus pada pertandingan dan sebelas pemain terbaik yang akan menjadi starter (pemain utama),” ujar Bojan, Rabu (24/9/2025).

1. Jangan mudah terprovokasi

Meski mendapat kritikan, Bojan memastikan bahwa dia dan para pemain tidak akan mudah terprovokasi. Sebab, mereka yang mencibir hanyalah sebagian kecil dari suporter dibandingkan dengan puluhan juta orang penggemar Persib.

“Banyak dari mereka yang senang dengan pertandingannya. Banyak pula yang memberikan komentar negatif menggunakan akun palsu. Sebagian besar dari mereka tidak banyak tahu tentang sepakbola. Jadi, itu tidak banyak berarti,” kata dia.

2. Akui kebugaran tak bagus saat ke Bandung

Gelandang tengah Persib Bandung, Thom Haye, masih berusaha mengembalikan kebugarannya usai tiba di Indonesia. Didatangkan dari klub Belanda, Almere City, Haye belum menunjukkan performa ciamik di atas lapangan.

Haye menyatakan bahwa dia tidak melewati pramusim seperti pemain lainnya. Ini membuat kondisi fisiknya tidak sebaik pemain lain yang sudah berlatih lebih dulu.

“Jadi, saya bekerja agar semakin bugar. Proses ini berjalan dengan baik,” ungkapnya, Selasa (16/9/2025).

3. Senang dengan sambutan Bobotoh

Usai menjalani debut pertama saat melawan Persebaya, Haye melihat secara langsung antusiasme penonton yang datang ke lapangan. Dengan nyanyian yang terus dinyanyikan dari awal hingga akhir, membuatnya senang berada di Bandung.

“Tentu saja seru saat melakukan debut, dan saya rasa atmosfernya sangat baik. Pertandingannya juga berlangsung dengan hujan deras, dan semua yang terjadi membuatnya sedikit gila,” kata Haye.

Meski demikian, pertandingan perdana menjadi menyenangkan karena semua orang memberi dukungan padanya.

Terkait panggilan sebagai The Professor, Haye tidak mempermasalahkannya. Ini membuatnya lebih dikenal dengan sebutan Prof.

“Tapi itu, menurut saya, adalah nama yang lucu dan lebih akrab, jadi sangat bagus,” pungkasnya.

“`

Keren, Pelajar Asal SMPN 1 Purwakarta Ini Raih Juara Olahraga Anggar di Kejurda Jabar

Zidan, Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Purwakarta kembali menorehkan prestasi yang membanggakan untuk Kabupaten Purwakarta dalam olahraga Anggar.

Pasalnya, Atlet Anggar Kabupaten Purwakarta yang duduk di Kelas 7 tersebut berhasil meraih Juara 3 Floret Putra usia 12 tahun dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat yang digelar di Gor Pajajaran Bandung, pada Sabtu 28 Oktober 2023 hingga Minggu 29 Oktober 2023.

Zidan masih tergolong atlet baru dalam dunia olahraga anggar. Maklum saja putra pertama dari pasangan Aipda Lili Abdulah dan Neni Anggraeni ini baru belajar olahrga asal daratan Eropa itu sekitar delapan 18 bulan lalu.

Ayah Zidan, Aipda Lili Abdulah mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari latihan rutin yang dilakukan Zidan sejak Sekolah Dasar.

“Meskipun hanya meraih juara 3, tentunya kami sangat bersyukur atas apa yang anak kami raih untuk Kabupaten Purwakarta ini,” ucap Lili, pada Minggu, 29 Oktober 2023.

Ia menyebut, keberhasilan meraih Juara 3 dalam Kejurda Jawa Barat ini membuat Zidan semakin termotivasi untuk berlatih lebih baik lagi, karena ia sudah memiliki cita-cita merebut juara satu di semua event.

“Ini jadi pemicu Zidan untuk terus berlatih dengan serius agar bisa menjadi yang terbaik. Saya mendukung semua keinginan anak saya. Bentuk dukungan bisa beragam cara, salahsatunya mendampingi Zidan saat berlatih hingga memberikan semangat dan dukungan saat Kejuaraan seperti kemarin,” Ungkap pria yang bertugas di Polsek Plered, Polres Purwakarta itu.

Selain dalam Kejurda Jawa Barat ini, Kata Lili, Zidan juga pernah meraih Juara 3 Floret Putra usia 12 tahun di Kejuaraan Nasional Knight Open Fenching Championship 2022.

Seblumnya, lanjut dia, Zidan juga pernah meraih juara pertama dalam Kejuaraan Facing Festival dalam rangka HUT ke-77 RI, Di Gor Pajajaran Badung, pada 20 Agustus 2022 silam.

“Tentunya kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zidan. Sebagai orangtua, mendukung bakat dan minat anak adalah kewajiban. Kita mendukung semua keinginan anak, selama hal itu positif dan yang jelas kita tak pernah maksa anak untuk jadi apa. Kita mengarahkan ke hal positif dan memberikan dukungan serta suport. Dan kami ucapkan terimakasih untuk para pelatih di Club Anggar Purwakarta,” ungkap Lili. 

Jadi Menpora, Erick Thohir Fokus Transformasi Olahraga Nasional

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia menggantikan Dito Ariotedjo, Rabu (17/9/2025), di Istana Negara, Jakarta.

Penunjukan Erick dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendorong transformasi olahraga nasional, pemberdayaan pemuda, serta dukungan penuh kepada Timnas Indonesia yang akan berlaga di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober mendatang.

Erick bukan sosok baru di dunia olahraga nasional. Sebelum dipercaya menjadi Menpora, ia pernah menjabat sebagai Ketua PB Perbasi, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hingga Ketua Pelaksana Asian Games 2018. Saat ini, Erick juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Dengan pengalaman itu, Erick diyakini mampu menjaga sinergi antara federasi olahraga dan pemerintah tanpa melanggar prinsip independensi organisasi olahraga internasional.

“Erick Thohir adalah figur yang tepat di waktu yang tepat. Dengan pengalaman global dan kepemimpinan visioner, ia bisa membawa transformasi nyata bagi olahraga Indonesia sekaligus memberdayakan generasi muda,” kata Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Pariwisata Olahraga dan Minat Khusus, AM Hendropriyono, dalam keterangannya, Rabu.

Selain fokus pada tata kelola olahraga, Erick juga menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan pemuda. Dengan jumlah pemuda Indonesia mencapai 131 juta jiwa, ia berkomitmen memperkuat kapabilitas generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.

Dalam berbagai kesempatan, Erick kerap menegaskan bahwa olahraga harus menjadi alat pemersatu bangsa dan wajah kedigdayaan Indonesia di mata dunia.

Penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora dinilai bukan hanya soal jabatan, tetapi langkah visioner untuk masa depan olahraga dan pemuda Indonesia. 

Rumput JIS Dikritik Pemain Timnas hingga Pelatih Usai Persija Ditahan Bali United

Kapten Persija Jakarta sekaligus Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Rizky Ridho melontarkan kritik pedas soal kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) usai timnya ditahan imbang 1-1 oleh Bali United dalam laga Super League, Minggu (14/9/2025).

Meski bangga bermain di stadion megah, Ridho menilai kondisi lapangan menurunkan kualitas permainan timnya yang mengandalkan umpan-umpan pendek.

“Saya senang bermain di stadion sebagus ini, tapi mungkin setelah konser, rumputnya harus diperbaiki. Umpan satu dua sulit dilakukan karena bola sering tidak rata,” ujar Ridho dalam jumpa pers.

Ridho sendiri berkontribusi lewat assist untuk gol Bruno Tubarao pada menit ke-56, yang menyamakan kedudukan setelah Bali United unggul lebih dulu melalui gol Mirza Mustafic menit ke-18.