Begini Cara Dedi Mulyadi Hidupkan Ekonomi Lokal Lewat Kesenian
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong kesenian dan kebudayaan daerah tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seni yang melibatkan pelaku budaya, UMKM, pedagang, hingga masyarakat sekitar dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Pandangan tersebut terlihat dari berbagai kegiatan budaya yang didorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya melalui penyelenggaraan kirab budaya yang menghadirkan berbagai kesenian dari kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah yang menjadi lokasi acara.
Kesenian Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi
Dedi Mulyadi melihat kesenian memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika sebuah pertunjukan digelar, bukan hanya seniman yang terlibat, tetapi juga pedagang makanan, pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan kegiatan.
Pandangan tersebut sebelumnya juga disampaikan Dedi ketika membahas penyelenggaraan pagelaran seni. Ia menilai semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk mengadakan pertunjukan seni, semakin besar pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi di sekitar kegiatan tersebut.
Budaya Lokal Didorong Masuk ke Aktivitas Sehari-hari
Menurut Dedi, produk kebudayaan akan memiliki nilai ekonomi lebih besar apabila tidak hanya ditampilkan pada acara tertentu. Produk seperti kerajinan tangan, pakaian adat, aksesori, hingga makanan tradisional dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.
Ia mencontohkan produk anyaman dari masyarakat adat yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Penggunaan produk budaya secara rutin dinilai dapat membantu memperkenalkan sekaligus meningkatkan nilai jual karya masyarakat lokal.
Festival Budaya Jadi Ruang bagi UMKM
Penguatan ekonomi berbasis budaya juga terlihat melalui berbagai festival yang mempertemukan pelaku seni dan UMKM. Dalam Sunda Karsa Fest 2026, misalnya, pemerintah daerah mendorong promosi produk kreatif Jawa Barat sekaligus mengevaluasi perkembangan UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Dedi menilai UMKM harus semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat. Pengembangan produk lokal melalui kegiatan kreatif dan budaya diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha untuk mengembangkan produknya.
Kirab Budaya Buka Peluang Ekonomi Daerah
Kegiatan budaya yang melibatkan banyak daerah juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Kirab Budaya Tatar Sunda, misalnya, menghadirkan 27 kesenian unggulan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya Sunda, kegiatan tersebut turut menarik masyarakat untuk hadir di lokasi acara. Kondisi itu membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan aktivitas ekonomi selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Ekonomi Kreatif dan Budaya Perlu Berjalan Bersama
Upaya menghidupkan ekonomi lokal melalui kesenian membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Pemerintah tidak cukup hanya menyediakan panggung pertunjukan, tetapi juga perlu membuka ruang bagi pelaku UMKM, seniman, pengrajin, dan komunitas kreatif untuk berkembang.
Dedi juga mendorong masyarakat agar semakin produktif dan kreatif dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Konsep tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat harus melibatkan kerja keras masyarakat, termasuk para pelaku usaha kecil dan pekerja di berbagai sektor.
Dengan pendekatan tersebut, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai upaya menjaga identitas budaya Jawa Barat. Kegiatan seni juga dapat menjadi sarana mempertemukan masyarakat, memperkenalkan produk lokal, membuka peluang usaha, dan menciptakan perputaran ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.

