Farhan Soroti Keuangan Perumda Tirtawening Tak Terkonsolidasi, Manajemen Baru Diminta Berbenah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti tata kelola keuangan Perumda Tirtawening Kota Bandung yang dinilai belum berjalan secara terkonsolidasi. Persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan utama yang diminta segera dibenahi oleh jajaran manajemen baru perusahaan daerah.
Farhan mengatakan telah memberikan tugas kepada Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Utama Perumda Tirtawening untuk melakukan pembenahan internal sekaligus menyusun langkah konsolidasi keuangan. Arahan itu disampaikan Farhan di Balai Kota Bandung pada Senin, 31 Agustus 2026.
Sorotan tersebut muncul ketika Perumda Tirtawening memasuki fase kepemimpinan baru. Pemerintah Kota Bandung berharap manajemen yang baru dapat membangun sistem perusahaan yang lebih profesional, terintegrasi, dan mampu memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan.
Farhan Soroti Sistem Keuangan Tirtawening
Menurut Farhan, salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah struktur pengelolaan keuangan perusahaan. Ia menilai Perumda Tirtawening memiliki satu bisnis utama dengan tiga divisi, tetapi sistem manajemen keuangannya belum terkonsolidasi secara optimal.
Farhan juga menyoroti adanya rekening yang digunakan oleh masing-masing divisi bisnis. Rekening tersebut, menurut penjelasannya, belum terkonsolidasi ke dalam rekening perusahaan induk.
Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki agar pemerintah daerah dan manajemen dapat memperoleh gambaran keuangan perusahaan secara lebih menyeluruh.
Manajemen Baru Diminta Segera Berbenah
Farhan telah menugaskan Ketua Dewan Pengawas serta Direktur Utama Perumda Tirtawening untuk segera melakukan konsolidasi dan pembenahan internal.
Instruksi tersebut menjadi pekerjaan awal bagi jajaran baru untuk menata kembali sistem perusahaan. Pembenahan tidak hanya menyangkut rekening, tetapi juga bagaimana setiap aktivitas bisnis dapat masuk ke dalam sistem pengelolaan perusahaan yang terintegrasi.
Dengan sistem yang lebih tertata, pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan berdasarkan informasi keuangan yang lebih lengkap dan mudah dipantau.
Konsolidasi Penting untuk Tata Kelola BUMD
Sebagai perusahaan milik pemerintah daerah, Perumda Tirtawening memiliki tanggung jawab untuk menjalankan bisnis sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Karena itu, tata kelola keuangan menjadi bagian penting dari kinerja perusahaan. Sistem yang terintegrasi dapat membantu memastikan arus keuangan, aktivitas bisnis, serta penggunaan sumber daya perusahaan dapat dipantau secara lebih efektif.
Pembenahan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas manajemen dalam menjalankan rencana kerja perusahaan.
Target Dividen Mencapai Rp16 Miliar hingga 2031
Farhan menyebut Perumda Tirtawening memiliki kontrak kinerja yang berkaitan dengan target dividen sebesar Rp16 miliar hingga 2031. Namun, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan dari pencapaian angka dividen tersebut.
Masih terdapat target lain yang akan didorong melalui Rencana Kerja dan Anggaran atau RKA Perumda Tirtawening.
Artinya, pemerintah daerah ingin melihat kinerja perusahaan secara lebih luas. Selain kontribusi finansial, kemampuan perusahaan menjalankan program kerja dan meningkatkan kualitas pengelolaan juga menjadi bagian dari evaluasi.
RKA 2027 Masih Dikaji
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Farhan adalah penyelesaian RKA Perumda Tirtawening untuk 2027.
Farhan mengatakan dokumen tersebut belum ditandatangani karena dirinya masih ingin mempelajari dan membedah isinya secara lebih detail. Langkah itu dilakukan agar rencana kerja dan anggaran yang disusun benar-benar sesuai dengan target perusahaan serta arah kebijakan Pemerintah Kota Bandung.
Pembahasan RKA menjadi penting karena dokumen tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi manajemen baru dalam menjalankan program perusahaan pada tahun berikutnya.
Direksi Baru Diharapkan Bekerja Lebih Profesional
Pergantian manajemen Perumda Tirtawening menjadi momentum bagi Pemkot Bandung untuk mendorong perubahan tata kelola.
Farhan menyebut Direktur Utama terpilih mulai menjalankan tugas pada 31 Agustus 2026. Sementara itu, proses pembentukan jajaran manajemen lainnya masih mengikuti tahapan yang berlaku, termasuk proses persetujuan untuk Dewan Pengawas.
Manajemen baru diharapkan tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk melakukan adaptasi. Setelah persoalan RKA diselesaikan, perusahaan diminta segera masuk ke tahap pelaksanaan program dan pembenahan.
Pengelolaan Keuangan Harus Lebih Terintegrasi
Konsolidasi keuangan bukan sekadar menyatukan rekening perusahaan. Lebih dari itu, sistem tersebut dibutuhkan untuk memastikan seluruh aktivitas bisnis tercatat dan dapat dipantau dalam satu kerangka pengelolaan.
Dengan pengelolaan yang terintegrasi, manajemen dapat melihat kondisi keuangan perusahaan secara lebih menyeluruh. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan prioritas bisnis, melakukan evaluasi, dan mengantisipasi risiko keuangan.
Langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi potensi terjadinya kesenjangan informasi antara divisi dan perusahaan induk.
Target Kinerja Tidak Hanya Soal Dividen
Farhan menegaskan bahwa target dividen Rp16 miliar hingga 2031 bukan satu-satunya ukuran yang harus diperhatikan Perumda Tirtawening.
Perusahaan tetap perlu memiliki target operasional dan bisnis yang jelas melalui RKA. Target tersebut nantinya dapat menjadi acuan untuk mengukur sejauh mana manajemen mampu meningkatkan kinerja perusahaan.
Dengan demikian, keberhasilan manajemen baru tidak semata-mata dilihat dari besarnya setoran dividen, tetapi juga dari kemampuan memperbaiki sistem internal dan menjalankan rencana kerja secara efektif.
Pembenahan Menjadi Tantangan Manajemen Baru
Manajemen baru Perumda Tirtawening menghadapi pekerjaan yang cukup besar. Selain menyelesaikan agenda perencanaan, jajaran baru harus membenahi sistem keuangan dan memastikan aktivitas setiap divisi dapat berjalan dalam tata kelola yang lebih terintegrasi.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting karena perusahaan daerah tidak hanya dituntut menjalankan bisnis, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Karena itu, proses pembenahan membutuhkan koordinasi antara direksi, Dewan Pengawas, dan Pemerintah Kota Bandung.
Perusahaan Dituntut Lebih Transparan
Perbaikan sistem keuangan juga berkaitan erat dengan transparansi. Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan perlu dikelola secara sistematis agar dapat digunakan sebagai dasar evaluasi oleh pihak yang berwenang.
Transparansi yang lebih baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan BUMD. Selain itu, manajemen juga akan memiliki dasar yang lebih kuat ketika harus mengambil keputusan terkait investasi, operasional, maupun pengembangan bisnis.
Sistem yang terintegrasi pada akhirnya diharapkan membuat proses pengawasan terhadap perusahaan menjadi lebih efektif.
Manajemen Baru Diminta Tidak Berlama-lama
Farhan berharap seluruh proses pembenahan dapat dilakukan dengan cepat tetapi tetap matang. Penyelesaian RKA 2027 menjadi salah satu agenda yang perlu segera dituntaskan sebelum manajemen menjalankan program kerja secara penuh.
Kecepatan tersebut diperlukan agar momentum pergantian manajemen tidak berhenti pada perubahan struktur organisasi saja.
Setelah sistem kerja ditata, jajaran baru diharapkan langsung fokus pada peningkatan kinerja perusahaan dan pencapaian target yang telah ditetapkan.
Menuju Perumda Tirtawening yang Lebih Profesional
Pembenahan keuangan dapat menjadi titik awal bagi Perumda Tirtawening untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Sistem yang terintegrasi akan memberikan fondasi bagi manajemen untuk mengelola seluruh lini bisnis secara lebih terarah.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah dapat lebih mudah melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan berdasarkan data dan target yang jelas.
Jika pembenahan berjalan konsisten, Perumda Tirtawening diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme sekaligus memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi Kota Bandung.
Harapan Farhan untuk Manajemen Baru
Sorotan Muhammad Farhan terhadap kondisi keuangan Perumda Tirtawening menjadi pesan awal bagi jajaran manajemen baru agar segera melakukan pembenahan.
Persoalan rekening yang belum terkonsolidasi, penyelesaian RKA 2027, serta target kinerja perusahaan menjadi beberapa pekerjaan yang perlu mendapat perhatian.
Pada akhirnya, Pemkot Bandung berharap manajemen baru tidak hanya memperbaiki sistem administrasi keuangan, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.

